MINGGU, 26 APRIL 2009
Lumayan semalam bisa tidur nyenyak. Pagi hari sarapan sebelum 7, karena setelahnya harus check out. Di Bus diberi option oleh ketua panitia, mau pergi ke pantai Parangtritis atau ke Kaliadem tempat mbah Maridjan. Banyak teman memilih ke Kaliadem, dengan harapan tempatnya adem seperti namanya.
Ke Parangtritis pastinya panas banget dan pantainya kurang bagus banyak kotoran kuda. Kalo ke Gunung Kidul, pantai Baron, Kukup dan Krakal bolehlah…tapi kuatir waktunya tidak cukup, karena jam 16.30 sore harus balik ke jakarta lagi.

Alhamdulillah cuaca pagi itu cerah, jadi Gunung Merapi cantik sekali tidak seperti kemarin di Ketep, dia malu-malu.
ih cantiknya….. suka sekali saya memandangi Gunung ini.
Tapi kalo lagi batuk-batuk ganasnya minta ampun!!
Kami bermain-main disekitar bekas aliran lahar Gunung Merapi ini, tampak di sebelah kiri adalah Bunker yang sempat memakan korban jiwa, di sebelah kirinya ada bekas rumah-rumah penduduk sekitar yang rusak oleh terjangan lahar panas sewaktu Gunung Merapi meletus beberapa tahun yang lalu.

Ternyata kawasana Kaliadem ini banyak juga di kunjungi wisatawan dari mancanegara terutama dari Perancis, Korea dan Jepang. Mereka senang sekali berjalan sampai ke ujung bekas aliran lahar itu. Sedangkan saya cukup ndlesot di warung kopi saja hehehe….
(alasan klasik, baru sembuh dari sakit
)
Tak terasa, menjelang siang kami baru turun dari Kaliadem. Lanjut, diberi option lagi mau makan siang dimana…? Gudeg Wijilan atau Ayam Goreng Suharti, pilihan terbanyak yang terakhir. Jadilah ke Ayam Gorang Suharti, masih ada waktu kurang lebih 2 jam menjelang balik ke Jakarta, tidak di sia-siakan balik arah lagi ke Malioboro, parkir di Benteng Vredeburg silakan pergi sesuka hati pokoknya jam 3 kumpul, lebih dari jam segitu silakan koprol sendiri ke Bandara hahaha….
Ya sudah saya sempatkan mampir ke batik Mirota untuk mencari ‘baju seksi’ pesanan si Cipluk. Ga kuat lama-lama disana, karena ramenya minta ampyun dan bau dupanya ga nahan. Lanjut nyebrang ke pasar Beringharjo, cuma sebentar pusing liat dimana-mana kok batik semua (lah, emang pasar batik kok!).
Sebelum balik ke parkiran tak lupa teman mampir membeli pecel (suka banget ngeliat ada kembang turi, tapi sayang 5 ribu sak uprit).
Tepat jam 3 sore, kita on the way ke Bandara. Walau sempat sebel juga ada sepasang teman, lah wong udah jam 3 kurang 15 menit kok malah masuk ke Benteng, gilee…. (di kantor ga bisa gitu ya…?).
Saya ber-5 memilih untuk check in dulu karena tidak ada bagasi, duduk-duduk di waiting room sembari menikmati Bandara Adi Sucipto ini yang mirip terminal Jombor hahaha…. rame banget. Apa karena hari Minggu ya…?
Yeah itulah trip singkat ke Jogya kali ini, setelah 12 tahun saya tidak kesana.
Jogya sekarang rame sekali mirip kota Bandung, kalo diperhatikan banyak orang yang memilih weekend ke Jogya. Apalagi menjelang pendaftaran mahasiswa baru bulan-bulan ini, huh…pasti lebih seru.