Akhirnya bisa wisuda juga…..
Semalam dapat sms dari adik lelaki bungsu saya, yang isinya : ” Mba & Mas mohon doa restunya besok aku wisuda, trimakasih atas bantuan moriil dan materiilnya slma ini”. Lalu saya jawab : ” Selamat ya Mas (saya selalu memanggilnya begitu)….semoga sukses. Maaf Mba Evi nggak bisa ke Semarang, udh ada Bapak dan Mas Zaki yg hadir besok kan?.
Rasanya terharu sekali akhirnya Adik bungsuku yang super ndablek itu bisa wisuda, karena perjuangan dia untuk ke tahap ini berat sekali. Pada semester 8 Adik sudah selesai teori, tinggal skripsi. Nah…pada tahap skripsi ini rupanya dia kurang beruntung karena mendapatkan dosen yang lebih banyak menerima proyek diluar kampus, jadi susah ditemui untuk bimbingan. Tapi saya tidak menyalahkan Bu Dosen ini, karena Adik juga rupanya terlena dengan organisasi kemahasiswaan yang banyak menyita waktu.
Agustus lalu adalah masa akhir kuliahnya, jadi kalau skripsi nggak selesai pilih Drop Out atau pindah ke program extention dan harus bayar 7 juta. Maka bingunglah si Bapak dan menelpon saya, menceritakan semuanya. Saya cuma bilang, Adik kan punya motor jual aja, untuk bayar.
Tiba-tiba awal September Adik sms, bilang minta doanya mau maju sidang skripsi. Loh….gimana sih? ternyata setelah dibantu oleh kakak-kakak kelasnya yang telah menjadi dosen yang dulu aktif di organisasi itu, dipertemukanlah Adik dengan dosen pembimbing, ketua jurusan dan dekan. Akhirnya ditandatangani skripsi itu dan Adik boleh maju sidang. Dan yang pasti sepeda motor nggak jadi dilego.
Herannya yang bernasib sama dengan Adik ada 14 orang, nggak tau nasib yang 13 orang lainnya apakah apakah seberuntung Adik atau tidak.
ps. tuk Ulli : sekali lagi selamat, semoga sukses menjelang. Doa Mba Evi dan Mas Jendro selalu menyertai langkahmu. dan semoga kamu bisa lanjut ke tes berikutnya dan diterima.

alhamdulillah…
Comment by Anang — January 25, 2007 @ 1:55 am
Duh ikut lega. Yang ngongkosin lega, yang menjalani lega. Ini bukan soal gelar, tapi soal menyeberang sudah hampir ke tepian sana kok nggak digapai.
Saya sendiri sering ngingetin teman2 kerja yang lebih muda untuk ngerampungin sekolahnya, supaya gak mengecewakan keluarga. Kalo mau DO mendingan di semester pertama saja.
Lho kok gitu? Saya sendiri orang DO.
Comment by Paman Tyo — January 29, 2007 @ 4:28 am
hm.. masa2 tugas akhir dan sidang sarjana memang berat. bener2 nggak mauuu kalau disuruh ngulang..
Comment by mpokb — January 29, 2007 @ 8:48 am
mpokb : Alhamdulillah, ALJ (akhirnya Lulus Juga)……
Pakdhe Tyo : lega bgt, lah gak ngongkosin lg 7 thn je…..tp tetap adik maunya di Smg, gak mau pulkam.
Comment by nasywa — January 30, 2007 @ 12:02 am
alhamdulillah.. selamat untuk si adik
senengnya punyak mbak kaya mbak evi ;p
btw saya juga lagi butuh bantuan moril dan materiil neh, skripsi juga soale ;p
Comment by ali — January 30, 2007 @ 12:12 pm
senengnya bisa masuk kuliah, lebih seneng lagi saat lulus. seneng lagi pas dapet kerja. seneng lagi pas mo kawin.
Comment by jt — February 6, 2007 @ 2:12 am
weks. ini mirip banget cerita di kampus saya di nuklir sana. 19 februari ini, banyak angkatan tua sekali (94-97) yang wisuda bareng.
btw, selamat atas wisuda adiknya mba..
Comment by bangsari — February 8, 2007 @ 8:32 am