Grow and Shine

February 27, 2007

Sebeeel…..

Filed under: Uncategorized

Kemarin sore merupakan hari paling menyebalkan. Seperti biasa pulang kerja saya usahakan selalu bareng suami, kebetulan kemarin itu saya tidak membawa handphone terjadilah mis-komunikasi. Saya menunggu suami ditempat yang telah disepakati pagi harinya ternyata ditunggu-tunggu sampai jam 18.00 belum datang juga, pegeeel, kesaaal, sebeeel campur aduk jadi satu jadilah amarah.

Daripada sakit hati berkepanjangan sementara tanda-tanda penjemput tidak nampak, akhirnya saya putuskan naik busway. Sampai blok m saya cari wartel untuk telpon suami, yang ternyata sudah di Jalan Panglima Polim, jadilah suami balik lagi. Begitu ketemu naluri saya berkata “omelin….omelin….” langsung deh meluncur omelan sayang khas istri pada suami telat njemput.

Sekarang tentang Nasywa yang hari ini pas berusia 14 bulan, dan sudah bisa jalan 2 bulan yang lalu. Karena semalam saya dan ayahnya pulang telat jam 19.20 sampai rumah, dan pagi hari sewaktu ditinggal ayahnya kerja Nasywa masih tidur maka begitu ketemu gembira sekali. Otomatis yang momong pun pamit pulang.

Nasywa lagi seneng-senengnya jalan, bolak balik dari ruang tamu ke dapur atau sebaliknya nggak ada capeknya. Nasywa paling suka di dapur padahal saya tau ini berbahaya baginya.

Karena belum sempat cuci tangan dan kaki maka saya buru-buru ke kamar mandi, begitu lewat dapur melihat air mendidih di panci tempat botol-botol dan tempat makan Nasywa di rebus, saya langsung teriak ke ayahnya, ” Yah, tolong di cabut airnya mendidih, awas anaknya!”. Saat itu ayahnya memang langsung mencabut aliran listrik pada panci itu, sementara Nasywa lagi asyik menyeret-nyeret tas saya di ruang tengah. Tiba-tiba terdengar tutup panci jatuh dan huuuaaaa…….huuuaaaa……saya langsung keluar kamar mandi dan melihat Nasywa duduk jongkok di depan panci, Masya Allah….ternyata tangannya telah sukses masuk ke air rebusan botol itu. Untuk pertolongan pertama tangan kanannya yang memerah (syukur tidak sampai melepuh) saya olesin pasta gigi, lama di gendong tangisnya pun reda.

Saya tanya suami, “Kenapa Nasywa bisa ke dapur, kan tadi suruh ngawasin?” “Tadi saya tinggal sebentar ke kamar, rupanya Nasywa langsung jalan cepat ke dapur”, jawab si Ayah. Oalaaahhh……
Saya memang salah meletakkan panci itu di bawah, maklumlah dapur sempit. Dan Nasywa juga mulai crigis serba mau tau.

February 20, 2007

Panik

Filed under: Uncategorized

Gimana ya rasanya dapat ancaman bom….? Panik….? so pasti….itu saya alami kemarin kira-kira jam 2 siang saat pabrik tempat saya kerja dapat ancaman bom.
Yang ada dalam pikiran saya saat itu bagaimana caranya bisa sampai lobby, lift tidak mungkin maka tangga daruratlah jadi pilihan. Sampai lobby diharuskan keluar menjauhi gedung, karena dikhawatirkan benar-benar meledak.

Dalam ancamannya katanya bom akan diledakkan pukul 15.10, tapi setelah lewat jam itu tidak terjadi apa-apa bangunan pabrik masih tetap berdiri pada tempatnya, alhamdulillah….ini hanya lelucon di bulan Februari. Tapi shock-nya itu loh……

February 2, 2007

Hujan = Banjir = Macet = Bolos

Filed under: Uncategorized

Hujan semalaman sampai pagi ini rupanya benar-benar membuat Jakarta lumpuh. Jalan-jalan protokol dan komplek-komplek perumahan yang elitpun tak luput dari serangan banjir.

Pagi ini untuk mencapai tempat kerja di daerah Thamrin dari rumah saya di selatan Jakarta perjuangannya cukup berat. Keluar rumah sudah di hadang banjir di komplek perumahan sebelah, alhamdulillah terlewati, berikutnya lewat komplek AL Pangkalan Jati menghindari pasar Pondok Labu sampai Jalan Haji Ipin ternyata di jembatan sungai Krukut (kalo tidak salah) terendam karena air meluap. Terpaksa balik lagi lewat pasar Pondok Labu, setelah itu saya dibiarkan merana oleh suami (tega ya…?) naik transportasi massal karena saat itu cuma gerimis. Sampai Blok M gerimis makin deras, biasa jam 6.00 sudah di busway tadi jam 6.15 belum naik juga (kenapa ya, sejak ada koridor baru busway dari Blok M lama?). Mulai di Setia Budi hujan sangat deras, untung saya tidak pernah lupa payung.

Di pabrik ternyata di bagian saya masih sepi padahal saat itu jam 06.45, di tunggu sampai jam 08.30 (batas waktu masuk kerja) masih juga sepi, jadi dari 38 orang sekarang cuma ada 20 orang yang masuk.
Banyak dari teman-teman yang memberitahu bahwa mereka tidak ada akses untuk keluar dari komplek perumahan atau banjir di rumahnya.

Yah….alhamdulillah saya masih beruntung, rumah terhindar banjir dan bisa masuk kantor hari ini. Bagaimana dengan anda….??






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft