Grow and Shine

May 28, 2007

Ragunan

Filed under: Nasywa

Hari Minggu lalu kesampaian juga ngajak Nasywa ke Ragunan, sebetulnya rencananya udah lama tapi karena ayahnya sibuk terus bahkan kalo libur pun masuk kerja akhirnya sekarang baru terlaksana.

Nasywa gembira sekali karena melihat wujud asli binatang-binatang yang selama ini hanya dilihat pada VCD seri binatangnya. Nasywa nggak mau pindah ke tempat lain setelah melihat satu binatang ( misal : gajah), kan lama-lama saya bosen juga……( sebetulnya yang momong siapa sih….? )

Setelah bosan liat gajah dan zebra, Nasywa liat andong langsung minta naik (dia ingat waktu di pulang kampung kemarin, habis lari-lari terus kebentur tembok nangis dan begitu naik andong langsung berhenti nangisnya lalu tertawa gembira lupa akan sakitnya). Kita naik andongnya tidak muter, cuma sampai Pusat Primata Schmutzer sebagai tujuan akhir karena Nasywa sudah kecapean dan ngantuk.

May 16, 2007

Sebetulnya, untuk apa….? (part 2)

Filed under: Uncategorized

Melanjutkan tulisan yang lalu, atas sikap saya yang menginginkan pembagian atau sharing dalam berbagai hal dalam berumah tangga justru menimbulkan pro dan kontra di kalangan rekan pria di tempat saya kerja. Biasalah….kita ngobrol-ngobrol dan saling melontarkan joke-joke segar di sela pekerjaan yang kadang bikin kepala puyeng.

Umumnya mereka yang pro adalah yang istrinya juga bekerja. Sedangkan yang kontra adalah mereka yang istrinya full mother di rumah, karena mereka beranggapan bahwa ” gw udah kerja capek, gaji udah di setor, masak sih di rumah suruh kerja lagi…?” Pernah loh, seorang rekan kerja pria mengatakan bahwa dia ogah untuk sekedar mengganti popok bayinya, saat istrinya lagi sibuk di dapur atau tidak mau gendong anaknya walau sang istri sudah kecapean. Aduh tega….

Jadi kesimpulannya tipe suami itu ada 2 yaitu yang mau di ajak kerja sama dan yang taunya beres aja.
Sekali lagi ini pendapat pribadi saya, dan dari sekedar survey kecil-kecilan terhadap rekan kerja di kantor. Mohon maaf.

May 15, 2007

Sebetulnya, untuk apa….? (part 1)

Filed under: Uncategorized

Terinspirasi tulisan Mba Mei, jadi tertarik nih untuk membahasnya lagi, tapi ini murni versi saya dan mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan.

Sebetulnya, menikah itu untuk apa….? yap, menikah bagi saya adalah komitmen. Yang tujuannya adalah :
1. agama (bagi saya yg muslim menikah adalah wajib, kalo sudah siap)
2. kepuasan bathin
3. membahagiakan orang-orang terdekat (terutama orang tua)

Menikah adalah menyatukan dua isi kepala yang berbeda, makanya bagi saya sendiri diperlukan masa perkenalan yang dilanjutkan dengan pendekatan atau pacaran dulu (walau dalam Isalam tidak mengenal ini), realistis saja tanpa pendekatan rasanya kok susah untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.

Kebetulan saya dan calon suami pacaran 1 tahun terus menikah, karena dari awal saya sudah memberitahu bahwa saya mau serius dan ternyata klop calon suami pun demikian. Pacaran adalah masa mengasyikkan, semua keliatan indah.

Oh ya, sebelum menikah saya membuat janji bersama, tidak tertulis sih….cuma untuk diingat aja, bahwa kelak dalam berumah tangga saya tidak mau ada kekerasan kalo ini terjadi lebih baik berpisah, saling terbuka/jujur dan saling membantu/sharing dalam berbagai hal (ini untuk mengantisipasi karena suami anak bungsu yang cuek, pendiam dan manja yang oleh ibunya diperlakukan bak raja).

Dan setelah menikah, barulah aib masing-masing kebuka, saya yang pada dasarnya cerewet dan cenderung galak tidak bisa liat suami cuek. Akhirnya benturan-benturan pun terjadi, namun setelah di kompromikan semua bisa diatasi. Misal melihat saya beres-beres ya suami ikut juga, suami yang mencuci saya bagian menyetrika, maklum saat itu belum punya asisten.

Menjelang 3 tahun saya berumah tangga, alhamdulillah suami sudah banyak berubah tidak lagi cuek, pendiam (masih agak sih…bawaan kali ya….) dan manja apalagi dengan hadirnya anak. Suami pun ikut sharing dalam mengasuh anak, sampai membuat susu di malam hari pun suami yang melakukan. Anak saya memang lebih dekat ke ayahnya karena baik hati, apapun yang diminta selalu dituruti sedangkan saya tidak. Sepertinya masalah pola pengasuhan ini yang belum terpecahkan bagi kami berdua. Masih perlu kompromi lagi, betul kata Mba Mei.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft