Hari ini nyaris tidak masuk kerja, padahal hari Jumat semangat-semangatnya kerja karena besoknya libur. Bener loh, semangat kerja saya timbul setelah hari Kamis
Sudah 2 mingguan ini Nasywa lagi sensi, judes dan bawaanya rewel terus. Semua orang dimusuhi tanpa kecuali. Semua jadi korbannya. Seorang tetangga yang suka meledek pun tak luput dari gigitannya. Saya pun sering di usir kalau lagi tidur, katanya, ” Awas…awas…gingging!” (artinya, minggir)
Tadi pagi juga, sekitar jam 03.00 terbangun nangis, seperti biasanya selalu manggil-manggil Ayahnya. Sudah ditepok-tepok pantatnya ( selalu begitu, ritual sebelum tidur) tetap nangis, malah makin kencang. Terus minta gendong Ayahnya, main dan baru mau tidur lagi sambil ngedot jam 04.00 an (karena tidak begitu lama alarm HP bunyi, tandanya jam 04.30).
Azan Shubuh saya baru bangun, mandi dan sholat belum selesai Nasywa nangis lagi….kali ini yang di panggil Bundanya (padahal nggak pernah loh nangis manggi-manggil Bunda, kecuali sudah marah dengan Ayahnya), minta gendong dan harus pake gendongannya pula!
Jarum jam mulai merangkak meninggalkan pukul 5, waduh! Nasywa disuruh turun tidak mau, diajak main dengan Mbaknya juga tidak mau. “Gimana nih?” tanya saya pada suami. “Terserah” jawabnya. (Huh! saat itu pingin banget nonjok suami) Sebel….ditanya kok malah tidak memberikan solusi.
Setelah di bujuk untuk memberi makan ikannya, akhirnya mau juga Nasywa turun dari gendongan. Dan begitu liat jam, wow….hampir jam 05.30 langsung ganti baju minus dandan siap-siap berangkat.
Dilihat Nasywa mulai mengekor Ayahnya terus, dan begitu buka pintu depan melihat anak cicak yang jatuh dilantai Nasywa senang sekali….sambil teriak “cicak…cicak…Yayah!” (sudah lupa ngambeknya). Kesempatan nih, pikir saya. Langsung saya bilang, ” Nasywa Bunda pergi dulu ya…asalamu’alaikum dadah…..dadah…..” (dalam hati, pasti nangis nih…), ternyata Nasywa membalas lambaikan tangan saya sambil berkata , ” dadah…dadah….” . Aduh, anak Bunda pinter sekali I LUV U Nak….