Grow and Shine

February 28, 2008

SAKSI KUNCI

Filed under: Uncategorized

Alhamdulillah saya bisa menulis lagi walau masih tetap seadanya dan alakadarnya, setelah lebih dari seminggu yang lalu rasanya jenuh sekali. Tapi ada hikmahnya dibalik kejenuhan itu akhirnya saya bisa membaca buku ke-7 Harry Potter dengan tuntas dan puas, walaupun kalo baca di rumah di protes si Cipluk, yeah…. untungnya di pabrik kerjaan lagi sepi jadi bisa santai membuka lembar demi lembar tanpa rasa was-was karena saya juga lagi tidak punya Pak/Bu Bos hehehe…… :D

Masih ingin santai sejenak, tiba-tiba ada peristiwa yang sampai sekarang menjadi beban berat bagi saya.
Teman yang duduk disebelah saya di pabrik, sebut saja Pak B kehilangan handphone Selasa lalu. Nah….masalahnya hari Seninnya saya yang terakhir memegang dan meletakkan handphone itu pada tempat semula karena dititipin oleh empunya yang mau rapat di luar pabrik.

Saat itu handphone lagi di charge, tetap dalam keadaan ‘on’ selang beberapa saat handphone bunyi, otomatis sebagai orang yang diberi amanat saya mengintipnya, tapi tidak menjawab panggilannya. Karena baterai juga udah full, maka saya cabut charger dari handphone. Charger saya letakkan diatas meja kerja dan handphone saya letakkan di tempat semula yaitu laci keyboard.

Oh ya, handphone ini emang sudah 2 tahun setia berada di laci keyboard kompie Pak B. Tidak pernah di bawa pulang, walau hari libur sekalipun.
Sudah lama teman-teman mengingatkan, bahwa itu mengundang orang yang iseng. Tapi Pak B tetap pada pendiriannya, malah katanya, “Siapa yang mau ama Handphone beginian?”
Padahal menurutku handphone Pak B ini masih bagus, belinya juga tidak murah.

Ternyata Pak B rapat sampai sore, tidak kembali ke pabrik lagi.
Selasa pagi saat saya asyik dengerin radio, Pak B yang sudah muncul di belakang saya nanya, “Poy…HP nya di taruh dimana?” “Ya biasa dilaci situ, emang kenapa?” jawab saya. “Gak ada” kata Pak B.
“Hah! yang bener…? aduh…aku dong ntar jadi tertuduh kan aku yang terakhir pegang! aduh…coba aku telpon ya?” kata saya panik. “Wah…mati Pak, padahal kemarin itu ga aku matiin loh!” kata saya lagi makin panik.

Besoknya, masih dengan penyesalan yang dalam saya berkata lagi, “Pak…seandainya di bawa sidang ke pengadilan aku nih yang jadi saksi kunci, bahkan bisa juga jadi tertuduh. Asli aku ga enak banget, kenapa hilangnya kok pas Bapak ga ada dan aku yang terakhir pegang”.

Bagaimana pendapat teman-teman kalo posisinya seperti saya ini.

February 20, 2008

M A A F

Filed under: Uncategorized

SAYA LAGI JENUH DAN BOSAN SEKALI :(

(Jadi maaf tidak ada cerita-cerita baru, entah sampai kapan….mungkin sampai rasa itu hilang dari diri saya. Maaf juga makin jarang jalan-jalan mengunjungi teman-teman)

February 6, 2008

Tidak Konsisten

Filed under: Uncategorized

Pemerintah itu emang mencla-mencle tidak konsisten. Gimana tidak…? katanya hari Jumat tanggal 8 Februari adalah cuti bersama, dan ini sudah di tuangkan dalam Keputusan Bersama para Menteri (ga tau menteri apa aja) lah kok tiba-tiba di batalkan. Mendadak pula. Setahun yang seharusnya ada 8 hari cuti bersama dipangkas jadi 4 hari saja, akhir September sebelum Idul Fitri dan Natal tahun 2008.
Memang sih di tempat saya nguli belum ada keputusan resmi mengenai pembatalan ini, setelah dulu ada Surat Edaran dari petinggi Pabrik mengenai hari libur dan cuti bersama.

Piye iki…? :( dengan orang-orang yang terlanjur booking hotel, beli tiket pulang pergi buat liburan atau pulang kampung?

Kayak saya ini yang udah terlanjur senang adanya cuti bersama, udah merancang untuk mudik dan udah pesan tiket pulang pergi.
Mau dibatalin…? ga lah, kan udah janji dengan ortu, masak sih saya harus menunda lagi setelah Idul Adha lalu gagal mudik.
So….yo wes lah, tetap pulang kampung dengan senang hati walau berhutang cuti tahunan yang baru akan timbul bulan Juni nanti. ;)

(Jadi Jeng kalender yang aku Fax kemarin itu ga berguna lagi. Maaf ya :) )






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft