Berawal dari hujan yang cukup deras di sekitar Jakarta Selatan sore lalu, ketika perjalanan saya baru sampai sekitar Blok M.
Ke arah selatan tepatnya di depan Kantor Walikota Jakarta Selatan air sudah menggenang terus sampai ke perempatan menuju Kemang Raya, apalagi pas jalanan turun depan perumahan dan apartemen mewah yang akan dibangun oleh sebuah grup besar milik salah seorang taipan di negeri ini. Disini air genangannya cukup huhuiiii…..
(saya jadi mikir, kalo bangunan sudah berdiri apa air genangan tidak semakin tinggi? sekarang aja yang masih berupa lahan terbuka hijau air sudah lumayan tinggi. entahlah…saya bukan ahli planologi.
).
Didepan Pasar Cipete Selatan juga langganan banjir, kemarin tidak terlihat genangan karena hujan sudah mulai reda, ke arah selatan lagi aman karena kondisi jalan menanjak.
Lebih ke selatan lagi sampailah di Pasar Pondok Labu yang super macet karena kelebihan angkot, terus depan UPN belok kanan sampai jalanan arah padang golf Pangkalan Jati, disini kondisi jalan super parah lubang-lubang besar dan cukup dalam bertebaran di tengah atau pinggir jalan, di tambah banyak kendaraan dengan tonase besar lewat jalan ini (yang sebetulnya bukan untuk kendaraan berat) menuju ke Masjid Kubah Emas di Meruyung Limo. Yang jadi pertanyaan jalanan ini sebetulnya milik siapa? Pemda DKI Jakarta atau Pemda Depok? Atau karena letaknya di perbatasan dua wilayah yang berbeda Propinsi jadi ditelantarkan begitu saja?
Karena tiap hari lewat jalan itu saya jadi gemes, banyak lubang besar-besar dan penerangan minim kok Pemdanya cuek aja.
Yeah…barangkali ada orang Pemda DKI atau Depok yang membaca tulisan ini dan bisa memberi jawaban yang memuaskan bagi saya.
Masuk wilayah Depok, tepatnya Jalan Cinere Raya. Sepertinya jalan ini sudah tidak sesuai dengan pertumbuhan perumahan yang menjamur di sekitarnya. Jalan terlalu sempit tidak seperti di Serpong arah BSD yang gilar-gilar, Sabtu Minggu macetnya makin menggila ditambah bus-bus besar yang lewat.
Karena bus-bus inilah maka jalanan di daerah Limo sampai dengan Masjid Kubah Emas mirip kubangan kerbau, aspal sudah hilang yang ada hanya bebatuan yang jadi fondasi jalannya, apalagi kalo hujan wadawwww…. 
Katanya Pemda Depok segera melebarkan jalan sepanjang Cinere sampai perempatan Parung Bingung dengan biaya sekian Milyar, tapi kenyataannya?
Ayolah Pak Walikota Depok yang baik…. segera realisasikan janjimu itu (ingatlah janji adalah hutang), saya sudah tidak tahan dengan macetnya nih…..