Grow and Shine

June 26, 2008

HARI PERTAMA

Filed under: Nasywa


Alhamdulillah akhirnya terwujud juga keinginan Nasywa untuk sekolah. Yak, Rabu kemarin merupakan hari pertamanya bersekolah di sebuah Kelompok Bermain.


Inilah gayanya di hari pertamanya masuk sekolah, langsung menuju dapur membuat pizza. katanya, ” ini buat Bunda, di oven dulu ya bial mateng, kasih kecap.” hahaha…. :D
Rupanya dia sering memperhatikan kalo Bundanya bikin kue, jadi tau apa itu oven.

Tidak lama kemudian bel masuk bunyi, anak-anak harus masuk ke kelas termasuk Nasywa. Sengaja saya dan mba Minah-nya tidak ikut masuk hanya mengintip dari balik jendela.
Disini saya benar-benar terharu sampai tak terasa mengeluarkan air mata, ternyata Nasywa mau mengikuti semua yang di perintahkan bu Guru. Berdoa, mengikuti gerakan senam, menyanyi lagu pelangi-pelangi (kebetulan dia hapal lagu ini) tanpa takut dan menangis.
Nah, giliran pelajaran menempel bulu-bulu pada burung merak, entah kenapa (sudah kecapekan atau geli) Nasywa keluar kelas dan langsung minta susu.
Selanjutnya bisa di tebak, Nasywa tidak mau masuk kelas lagi malah memilih main rumah-rumahan, ayunan dan prosotan. Duh, anakku….

June 20, 2008

NIKMATNYA….

Filed under: Uncategorized

Ngikutin gaya Mas Kopdang.
Pagi ini sampai pabrik jam 6.32. Duduk manis ditemani nescafe 3 in 1 original yang masih kebul-kebul, beberapa potong chiffon cake ketan hitam (made in sendiri), pasang earphone dengerin stasiun radio favorit 89,6 FM, sambil membuka halaman demi halaman novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 2′.
Oh, alangkah nikmatnya Jumat pagi ini…….. :)

Yah…lumayanlah walau kenikmatan ini hanya sesaat cukup sampai jam 08.00, selanjutnya back to work.
“Kok santainya lama banget sampai jam 08.00?”
“Lah ini kan Jumat, orang lain pada olah raga sementara yang tidak ikutan macam saya ini ya cari kenikmatan sendiri-sendiri.

Ok deh, selamat hari Jumat semuanya….. :)
Buat bapak-bapak, mas-mas, om-om jangan lupa jumatan.
“Macam saya ini jumatan ga?”
“Iya dong…seperti umumnya wanita, saya pilih tour de pasar aja.”
Kayaknya siang ini enak buat ke Tanah Abang (ada barang yang di incar, harus dibeli) atau ke Sarinah (ada Jakarta Great Sale) atau makan pecel lele di jalan sunda depan bakmi GM (sambelnya muantabs!) atau makan soto kudus di jalan sabang.
Ah…mbingungi! enak kabeh….. :D

June 11, 2008

Boleh Mengeluhkan…?

Filed under: Uncategorized

Berawal dari hujan yang cukup deras di sekitar Jakarta Selatan sore lalu, ketika perjalanan saya baru sampai sekitar Blok M.
Ke arah selatan tepatnya di depan Kantor Walikota Jakarta Selatan air sudah menggenang terus sampai ke perempatan menuju Kemang Raya, apalagi pas jalanan turun depan perumahan dan apartemen mewah yang akan dibangun oleh sebuah grup besar milik salah seorang taipan di negeri ini. Disini air genangannya cukup huhuiiii…..
(saya jadi mikir, kalo bangunan sudah berdiri apa air genangan tidak semakin tinggi? sekarang aja yang masih berupa lahan terbuka hijau air sudah lumayan tinggi. entahlah…saya bukan ahli planologi. :) ).

Didepan Pasar Cipete Selatan juga langganan banjir, kemarin tidak terlihat genangan karena hujan sudah mulai reda, ke arah selatan lagi aman karena kondisi jalan menanjak.
Lebih ke selatan lagi sampailah di Pasar Pondok Labu yang super macet karena kelebihan angkot, terus depan UPN belok kanan sampai jalanan arah padang golf Pangkalan Jati, disini kondisi jalan super parah lubang-lubang besar dan cukup dalam bertebaran di tengah atau pinggir jalan, di tambah banyak kendaraan dengan tonase besar lewat jalan ini (yang sebetulnya bukan untuk kendaraan berat) menuju ke Masjid Kubah Emas di Meruyung Limo. Yang jadi pertanyaan jalanan ini sebetulnya milik siapa? Pemda DKI Jakarta atau Pemda Depok? Atau karena letaknya di perbatasan dua wilayah yang berbeda Propinsi jadi ditelantarkan begitu saja?
Karena tiap hari lewat jalan itu saya jadi gemes, banyak lubang besar-besar dan penerangan minim kok Pemdanya cuek aja.
Yeah…barangkali ada orang Pemda DKI atau Depok yang membaca tulisan ini dan bisa memberi jawaban yang memuaskan bagi saya.

Masuk wilayah Depok, tepatnya Jalan Cinere Raya. Sepertinya jalan ini sudah tidak sesuai dengan pertumbuhan perumahan yang menjamur di sekitarnya. Jalan terlalu sempit tidak seperti di Serpong arah BSD yang gilar-gilar, Sabtu Minggu macetnya makin menggila ditambah bus-bus besar yang lewat.
Karena bus-bus inilah maka jalanan di daerah Limo sampai dengan Masjid Kubah Emas mirip kubangan kerbau, aspal sudah hilang yang ada hanya bebatuan yang jadi fondasi jalannya, apalagi kalo hujan wadawwww…. :(
Katanya Pemda Depok segera melebarkan jalan sepanjang Cinere sampai perempatan Parung Bingung dengan biaya sekian Milyar, tapi kenyataannya?

Ayolah Pak Walikota Depok yang baik…. segera realisasikan janjimu itu (ingatlah janji adalah hutang), saya sudah tidak tahan dengan macetnya nih…..






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft