SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 H
mengucapkan :
“SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 H”
taqobalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan bathin.
salam,
(Evi, Jendro dan Nasywa)
mengucapkan :
“SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 H”
taqobalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan bathin.
salam,
(Evi, Jendro dan Nasywa)

Mau pamer ah….. ![]()
Alhamdulillah selesai juga tugasku membuat kue.
Kenapa sih repot-repot bikin sendiri…? karena saya tidak mampu membelinya, sekarang setoples kecil ukuran 1/2 kg harganya 50 ribu-an, 6 toples udah 300 ribu. Sedangkan bikin sendiri dengan modal 300 ribu bisa jadi bertoples-toples ya ga…? Yeah emang sih kita butuh tenaga ekstra untuk membuat kue-kue ini.
Kok sempat-sempatnya sih, kan kerja…? ya bikinnya Sabtu Minggu dong…. walau malamnya harus manggil tukang pijit karena punggungnya ga bisa di tegakkan lagi hahaha….. ![]()
Tapi saya bangga, ternyata bisa membuat kue sebanyak 2 lusin.
Wow…banyak sekali, bagi dong? eits, nanti dulu. Kalo mau main ke rumah pasti saya suguhin atau jadi tetangga kanan kiri belakang rumah saya atau jadi teman baik saya dulu
Tapi di balik kebanggan ini, terselip rasa menyesal saya. Kenapa…? karena mikser kebanggaan yang baru berumur 1 tahun hancur berantakan, dalamnya patah tidak bisa di pakai lagi ![]()
Semua gara-gara mengocok adonan terlalu banyak dan saat itu si Cipluk-ku yang memegangi mikser, pas bunyi “krek…krek…” tidak boleh di ambil alih oleh saya.
Yeah…jadi batal deh rencana mau beli langseng/dandang khusus untuk kue (pengin banget bikin brokus), terpaksa harus beli mikser lagi penginnya sih merk ‘Bosch’ tapi mahal banget
atau ada yang mau membelikan buat saya…? wow….dengan senang hati saya terima hahaha….
Atas bujukan baik si Mbak ini, akhirnya Jumat kemarin saya meringankan kaki mengikutinya ke Pengajian Muslimah (tumben biasanya hari Jumat saya lebih memilih tidur atau tawwaf di pasar Tanah Abang
) kebetulan pembicaranya Neno Warisman. Siapa yang tak kenal dia?
Terus terang saya mengidolakannya, apalagi jaman dulu pas nyanyi duet Fariz RM, kerennnn…..
Karena belum pernah dengar ceramahnya, saya penasaran.
Ternyata bagus, Mba Neno berbicara mengenai pola pengasuhan anak dari 0-7 tahun, tentu saja dari segi Islami.
Menurutnya cara yang jitu yaitu dengan ‘mendongeng’, kapan waktunya? paling tepat di saat anak menjelang tidur (tidur dangkal), karena di saat-saat ini si anak akan menyerap dengan baik.
Nah, permasalahannya bagi ibu-ibu yang bekerja full time macam saya ini waktu dengan anak sangat terbatas, berangkat bekerja anak masih tidur dan pulang bekerja sudah letih (jangankan mendongeng, nyuapin anak aja tidak pernah hehehe….
pokoknya terima beres).
Kadang dengan keadaan letih itu, hanya emosi yang ada dan anak jadi sasaran.
Mengutip perkataan Mba Neno lagi, Allah menciptakan manusia dengan 30 milyar neuron (masih acak-acakan belum berpasangan), setiap bulan dengan sendirinya neuron-neuron itu akan berpasangan sebanyak 3 ribu. Tapi dengan kita memberikan senyuman, pelukan atau ciuman yang menciptakan rasa nyaman pada anak kita, pada detik itu juga Allah akan memasangkan neuron sebanyak 1800. Subhanallah…..

Mendengar itu semua, sebagai ibu rasanya saya belum ada apa-apanya. Hati saya juga belum bisa seluas samudera, tidak seperti Jeng ini. Sebagai ibu, saya merasa masih jauh sekali dari sempurna. Maafkan Bunda ya Nak…..
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft