EFEK HUJAN
Macet karena bulan puasa telah usai, sekarang saatnya macet karena hujan. Dan kemarin sore saya mengalami untuk pertama kalinya di awal musim hujan ini.
Setelah ngotot-ngototan dengan suami minta di jemput tidak berhasil, akhirnya kembali ke selera asal naik busway lanjut metromini favorit 619 jurusan Cinere.
Macet mulai menghadang di depan terminal Blok M terus ke arah selatan, sampai dengan jam 17.30 bus yang saya tumpangi masih aja berputar-putar di daerah Dharmawangsa dan penumpang terus berjubel layaknya bandeng presto di dalam panci tekan…. panas, bertumpuk-tumpuk, tidak ada sirkulasi udara ugh! ![]()
Herannya mata saya tidak bisa terpejam walau sebentar, jadi bisa menikmati oh….begini toh yang namanya macet buangggetttt!!
Akhirnya pikiran liar saya lari kemana-mana, yang memikirkan pekerjaan di pabrik lagi banyaklah, sampai Pak Bos yang baru bilang, ‘Pokoknya kamu ga boleh sakit hari Senin sampai Rabu!’ Lah…emang sakit bisa di rencanakan? (sebetulnya bisa sih…kalo emang dah niat ga masuk alias males hehehe….
) .
Terus mikir lagi enaknya bikin apa untuk ulang tahun si Cipluk akhir Desember nanti. Gilanya saya sampai mengkhayal isi kue dalam dus yang akan di bagi untuk tetangga itu, antara beli pastel Ma’Cik atau mencoba sendiri membuat american risoles, membuat muffin coklat, chiffon cake pandan/ketan hitam, brownies kukus keju, terus apa lagi ya….? *ngayal.com*
Yeah….namanya juga mengkhayal daripada stress di tengah kemacetan.
Tak terasa perjalanan telah sampai di depan RS Fatmawati, kembali macet menghadang, dan saya baru menyadari ternyata di dalam tas saya ada earphone, huh! kenapa ga dari tadi ya…? namanya juga wong ndeso. Dan di iringi suara bening mas Lionel Richie menghantarkan saya sampai di depan Holland Bakery Cinere. Saatnya Pak becak menjemput……………. ![]()
Saat itu waktu menunjukkan pukul 19.10, misi Senin sore selesai.
