Grow and Shine

December 9, 2008

Curhat ala ibu-ibu

Filed under: Uncategorized

Senin sampai Jumat sibuk di pabrik demi sesuap nasi. Weekend kembali ke kodrat sebagai ibu yang baik (dilarang protes! :P ) ke dapur…., hari Minggu saatnya ke pasar untuk berbelanja 1 minggu ke depan (yah, itung-itung meringankan asisten yang sudah terlalu sibuk dengan si Cipluk).

Hari Minggu kemarin sehari menjelang Idul Adha, seperti biasa berbekal uang belanja mingguan dari Pak Bos di rumah (lah, kok ga pake uang sendiri? yeah, ga mau rugi dong! hehehe….) yang jumlahnya sama seperti minggu-minggu sebelumnya berangkatlah ke pasar Pondok Labu. Masih jam 6.30 pagi, tapi kok parkiran udah penuh ya….?

Sasaran pertama tempat berjualan ikan yang berdekatan dengan penjual daging (penuh sesak), lumayan dapat ikan Bandeng 1 kg (rencana di presto), Udang 1/2 kg, dan teri basah kecil-kecil 1/2 kg (enak di goreng pake kocokan telur atau di pepes) .
Curi dengar dari seorang ibu di sebelah yang sedang berbicara dengan rekannya, saat ini daging 1 kg 70 ribu wow…..gile! tajam kali naiknya. Untung saya bukan pemangsa daging, jadi amanlah.

Dengan berbekal sisa uang yang ada masih harus beli bawang putih, sagu mutiara (pesanan Cipluk) kelapa, tahu, daun (untuk pepes teri), dan sayur-sayuran.
Semua sudah di dapat, tinggal beli kelapa dan sayuran. Dan berapa harga kelapa saat itu…? 5 ribu, itupun Bapak penjual ngomel begitu saya minta kulit kelapanya di bersihin. Huh!! mentang-mentang permintaan banyak terus naikin harga seenaknya.

Dengan sisa uang 4 ribu akhirnya ke penjual sayur langganan, iseng nanya cabe merah 1/4 kg berapa, dan jawabannya membuat saya melongo sekaligus sedih melihat uang di tangan.
Akhirnya saya lari ke parkiran di seberang jalan, mencari Pak Bos.
“Yah, aku minta uang lagi kurang. Masa cabe 1/4 kg 6 rb, trus labu siam biasanya 1 biji 750 perak sekarang 1500 perak, buncis 1/2 kg 5 ribu, gila aja”, kata saya nyerocos sambil menghiba berharap dapat tambahan uang belanja.
“Ya udah, nih aku tambahin. Tadi aku juga dengar ibu-ibu ngomel katanya harga daging mahal banget”, kata suami.

Para pedagang memang bener-bener deh naikin harganya ga tanggung-tanggung. Ini sih tidak naik harga, tapi sulapan. Tapi semoga minggu depan saatnya saya kembali ke pasar harga-harga sudah kembali normal.

Dan untuk para Suami tercinta jangan ngomel kalo uang belanja istri cepat habis, udah tau harga-harga belanjaan di pasar kan…?
Makanya jangan pelit kalo mau di sayang istri, mau di masakin enak, mau di buatin bekal untuk ke kantor ( kalo sempat) hehehe…. :D






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft