Grow and Shine

March 31, 2009

PILIH YANG MANA…?

Filed under: Uncategorized

Pemilu 9 hari lagi, dengan banyaknya partai dan semuanya mengklaim dirinya yang terbaik membuat orang terutama macam saya ini bingung.
Ya, saya yang tidak punya pendirian ini. Pengin golput kok kata MUI haram, tapi kalo sekali-kali tidak mengapa kali ya…? atau coblos lebih dari satu aja…? sepertinya oke juga tuh. Tapi saya kan warga negara yang baik, ingin berpartisipasi.

Coba seperti dulu cuma ada 3 partai, sesuai dengan jumlah kotaknya jadi ya ketiganya di coblos semua, adil kan…? hehehe….. :D
Ini kelakuan saya dulu, jangan ditiru ya…?
Bahkan saya pernah nyoblos dua kali di 2 Kotamadya berbeda. Loh, kok bisa…? yeah jaman dulu apa sih yang tidak bisa direkayasa.

Saat itu keluarga kami tinggal di Kodya Tegal, otomatis terdaftar sebagai pemilih disitu. Sementara Bapak saya yang PNS bekerja di salah satu Dinas di Kodya Pekalongan. Kebetulan di kota Pekalongan ini Partai Kuning selalu kalah, ajaibnya ketua DRPD-nya bukan dari partai pemenang tapi dari Fraksi ABRI.
Keadaan inilah yang membuat para petinggi Kota pekalongan gundah, lalu keluarlah kebijakan ‘PNS yang bekerja di kota Pekalongan tetapi keluarga di lain daerah harap pemilih di Pekalongan dan harus memilih partai kuning’.
Dan keluarga kami terkena imbasnya, keluarlah instruksi dari Bapak ‘kamu harus milih partai kuning, awas kalo tidak’. Sebagai pemilih pemula yang pertama kali nyoblos dan sebagai anak yang baik, tentunya nurut apa kata orang tua. :)

Jadi pagi-pagi kami sekeluarga nyoblos di Pekalongan, langsung balik ke Tegal dan nyoblos lagi disana. Tapi sifat iseng saya kambuh, di Tegal tidak hanya partai kuning saja yang saya coblos, tapi semuanya ya hijau, kuning dan merah. hahaha…. :D

Lah, sekarang saya partai yang saya sukai lebih dari 3, sedangkan kotaknya cuma 3 (saya tinggal di Depok) bagaimana coba…? ada yang bisa memberi solusi…?
Kirim secepatnya sebelum tanggal 9 ya…

March 25, 2009

EH, LIHAT LAGI….

Filed under: Uncategorized

Anak saya, Nasywa atau Wawa punya teman khayalan, ada 2 namanya Even dan Hesken. Entahlah nama itu dia dapat darimana. Wawa sering menyebut kedua teman khayalannya itu, baik saat bermain atau di kesempatan lain seakan-akan Even dan Hesken itu ada diantaranya. Oh ya, Heskan dan Even ini warnanya bermacam-macam ada hitam, putih, hijau, biru pokoknya nano-nano.

Dulu, saya dan Ayahnya sempat kaget tapi lama-lama yeah terbiasa juga.
Namun sejak kejadian di rumah Mbah Kakung-nya di Tegal tempo hari saya jadi lebih detail menanyakan seperti apa sebenarnya wujud si Even dan Hesken ini.

Begini ceritanya, saat malam kedua menginap di Tegal itu tiba-tiba tengah malam Wawa nangis kenceng banget. Karena sudah terbiasa begitu saya cuekin, terus ayahnya bisikin, “Bun, itu nangisnya ga keluar air matanya”. Seperti yang sudah-sudah saya selalu bacakan ayat Kursi 3x, saya tiupkan ke ubun-ubun kepalanya, lalu tangisnya reda dan tertidur kembali.
Keesokan harinya saat bangun tidur saya tanya Wawa kenapa semalam nangis kenceng banget, dan apa jawabannya…? “Iya Bunda semalam ada Even putih datang, tuh rumahnya di situ (sambil menunjuk lampu kamar yang menempel di dinding)”.
Memang sih kamar itu selalu kosong kalo kami tidak pulang ke Tegal, maklumlah rumah itu hanya tinggal mbah Kakung dan mbah Putri aja.

Kadang kami (Ayah + Bunda) keluar isengnya, pas di TV ada acara tari Bali yang memakai topeng, ditanyalah anaknya, “Itu kayak siapa Nak…?” “Itu Hesken hitam, yang itu Even putih (sambil menunjuk yang lain)”, jawab Wawa. Lalu kami saling berpandangan, sembari berucap, “Ih…seyeeemmm dong!!”

Semalam kejadian lagi, sekembali dari membeli lauk dengan mbak Minah, Wawa langsung duduk dipangkuan saya dan bercerita “Bunda, tadi Wawa liat Hesken ijo”.
“Dimana Nak…? dirumah siapa…?”, tanya saya mulai penasaran. “Itu dari rumah dede Irin (tetangga depan, rumahnya pas di belokan)”, jawab Wawa.
“Hesken ijo itu cewek apa cowok…? nakal ama Wawa ga…? sekarang dimana…? ikut Wawa pulang ke rumah sini ga…?’, tanya saya lagi mulai berentet.
” Cewek udah tua, ga nakal kok cuma ngikuti Wawa beli ayam, terus sekarang Hesken ijo lagi keliling-keliling ga ikut kesini,”jawab Wawa lagi dengan santai.
Mendengar cerita Wawa yang lantang ini, saya dan mbak Minah langsung berpandangan dan acara selanjutnya merinding. iihhhh….

Sekarang jadi pertanyaan saya, apakah anak ini ada tanda-tanda indigo…?
Yang saya baca tentang karateristik anak indigo ini ada bermacam-macam, diantaranya adanya keunggulan di cakra Ajna (the third eyes) yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak. Dengan adanya ini, membuat anak indigo mempunyai indra keenam.

Wallahuallam….
Saya kembalikan semua kepada Allah.
Sebagai orang tua saya hanya bisa menjaga titipanNya ini dengan baik dan benar.

March 19, 2009

PMS (benarkah…?)

Filed under: Uncategorized

Mood saya lagi jelek 2 hari ini, emosi meledak-ledak ga karuan.
Semua orang rumah kena sasaran, juga teman kantor sempat saya buat kheki kemarin.

Bermula Selasa malam saat sholat Isya, tiba-tiba si Cipluk nonjok punggung dan kepala Emaknya sekuat tenaga, asli kaget banget. Saat itu sudah 3 raka’at sayang kalo dibatalkan hanya untuk ngomeli Cipluk. Tapi begitu selesai langsung saya nasehati dengan sedikit emosi bahwa yang baru saja dilakukan itu tidak baik.

Masalah belum selesai, si Cipluk ini kalo di suruh tidur susahnya minta ampun sementara Emak Bapaknya udah kecapean dia masih energik aja, sudah naik tempat tidur, tapi begitu Ayahnya bikin susu ikut sibuk juga di dapur yang akhirnya menjatuhkan suatu barang, si Ayah yg biasanya kalem tidak pernah ngomel ikut emosi si Cipluk kena marah, nangis.
si Emak yang terlanjur emosi duluan, cuek anaknya nangis. Si Cipluk coba cari perhatian, tetep aja si Emak cuek plus udah ngantuk, sebetulnya kasian tapi biarlah toh nanti tidur juga.

Lanjut di kantor esok harinya, teman yang super cerewet ngrasani pak Bos saya, ya langsung tak sampekan ke orangnya, males daripada jadi pikiran. Eh…ternyata pak Bos langsung nyamperin teman yang super cerewet itu. Seru…yang akhirnya saya mendapat senyum kecut dari si cerewet itu. Batinku, modyar rasakno!! makanya kalo ngrasani jangan sama anak buahnya. hahaha…. :D (jahil banget).

Tadi malam kembali si Cipluk bikin ulah, tidak mau tidur padahal udah jam 11 malam. Emak emosi lagi, ngomel-ngomel. Cipluk ngambek akhirnya pilih tidur dengan Mbaknya.
Yo wes…

Lah pagi ini, si Emak kembali emosi karena belum ada setengah perjalanan ke Pondok Labu ban depan kendaraan mantan pacar kempis. Emosi ngomel lagi, mantan pacar kena sasaran.
Aduh….jam berapa sampai pabrik…? panik…panik!!
Benar saja, jalanan sudah padat merayap.
Alhamdulillah jam 6.56 sampai pabrik, nyaris bel masuk.

Huuuhhhh…. *tarik nafas panjang*
Cool…cool…… Senyumlah…. *ah, belum bisa*






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft