Anterin sekolah lagi ya….?
Seperti biasa rutinitas pagi sebelum berangkat kerja, sambil dandan merebus air untuk kopi Pak Bos sekalian menghangatkan susu untuk si Cipluk. Karena tengah malam Cipluk tidak bangun untuk minta susu, biasa Mboknya iseng menempelkan telunjuk pada mulutnya, kalo mulutnya membuka seperti ikan mau menangkap mangsa berarti dia mau susu.
Benar saja pagi tadi mulutnya langsung membuka dengan mata tetap terpejam dan srot…srot…srot… susu 200 cc tandas dalam sekejap.
Sambil menarik botol susu yang telah habis itu saya berpamitan berangkat kerja sembari mencium pipinya, eh…Cipluk membuka matanya terus berkata, “Nanti kalo Bunda libul lagi, antelin Wawa sekolah ya…?” “Ya Nak, nanti Bunda anterin sekolah lagi,” jawab saya.
Ya Allah….mendengar permintaanya itu ada rasa bersalah di hati ini.
Permintaan yang untuk saat ini susah untuk dipenuhi. Karena sekolahnya juga libur Sabtu Minggu.
Semua ini berawal hari Senin lalu, saat saya tidak masuk kerja karena tidak enak badan (dari hari Jumat dah berasa puyeng, badan berasa remuk redam dan Sabtu tepar dengan sukses, lanjut Minggu dan Senin, tanggung bo hehehe….
). Eh…si Cipluk merengek-rengek minta dianterin sekolah, mana mba Minah dan Ayahnya jadi kompor pula. Ya sutralah….jadi Ibu yang baik ![]()
Masalahnya bukan karena tidak suka nganterin anak, tapi saya sering terharu terus akhirnya mbrebes mili melihat si Cipluk-ku duduk manis di kelas, mau mengerjakan tugas yang diberikan bu Guru dan berani menyanyi sendirian.
Tak terasa anakku makin besar dan berani.
Berarti sudah saatnya memberi adik buat Wawa….?
Oh, belum saat ini hahaha…..

