KASIH BUNDA

*entahlah….. saya suka dengan foto ini,
walau kesannya ndeso banget
(foto diambil hidden oleh fotografer amatir kelas teri).

*entahlah….. saya suka dengan foto ini,
walau kesannya ndeso banget
(foto diambil hidden oleh fotografer amatir kelas teri).

Alhamdulillah akhirnya terwujud juga keinginan Nasywa untuk sekolah. Yak, Rabu kemarin merupakan hari pertamanya bersekolah di sebuah Kelompok Bermain.

Inilah gayanya di hari pertamanya masuk sekolah, langsung menuju dapur membuat pizza. katanya, ” ini buat Bunda, di oven dulu ya bial mateng, kasih kecap.” hahaha…. ![]()
Rupanya dia sering memperhatikan kalo Bundanya bikin kue, jadi tau apa itu oven.
Tidak lama kemudian bel masuk bunyi, anak-anak harus masuk ke kelas termasuk Nasywa. Sengaja saya dan mba Minah-nya tidak ikut masuk hanya mengintip dari balik jendela.
Disini saya benar-benar terharu sampai tak terasa mengeluarkan air mata, ternyata Nasywa mau mengikuti semua yang di perintahkan bu Guru. Berdoa, mengikuti gerakan senam, menyanyi lagu pelangi-pelangi (kebetulan dia hapal lagu ini) tanpa takut dan menangis.
Nah, giliran pelajaran menempel bulu-bulu pada burung merak, entah kenapa (sudah kecapekan atau geli) Nasywa keluar kelas dan langsung minta susu.
Selanjutnya bisa di tebak, Nasywa tidak mau masuk kelas lagi malah memilih main rumah-rumahan, ayunan dan prosotan. Duh, anakku….
“Halo Nasywa…. “(dengan logat medok, penekanan pada huruf ‘W’ seperti kita melafalkan kata ‘walau’), suara Budenya (mbakyu ipar saya) diujung telpon lain.
“Ini Wawa…”, jawab si Cipluk dengan judes.
Hahaha….
Ayahnya, saya dan Mba Minah ketawa ngakak mendengarnya, rupanya si Nasywa tidak rela namanya diucapkan medok gitu.
Oalah Nak…. kamu tuh lahirnya di Tegal juga loh.
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft